"i really can’t remember why we started this record, i no longer know
what we were trying to do back then. i do know session after session
went pear-shaped, we lost focus and almost gave up...did give up for a
while. but then something happened and form started to emerge, and now i
can honestly say that it’s the only sigur rós record i have listened to
for pleasure in my own house after we’ve finished it." - georg
2012, empat tahun setelah Með suð I eyrum við spilum endalaust yang merupakan lagu kebangsaan dari upcoming film kami Past Present Future segera kami rilis dirilis, siapa sangka setelah hiatus (yang terbilang cepat) kini mereka kembali menyapa kami dengan Valtari.
Sebuah album yang mengundang anda untuk mati perlahan dengan damai.
Diisi dengan delapan track post-rock/icelandic rock yang menyayat:
Varúð
Rembihnútur
Dauðalogn
Varðeldur
Valtari
dan Fjögur píanó
Result:
Lama sudah Sigur Rós meracuni dunia dengan musik mereka yang beda, berani dan diakui kualitasnya (seluruh lirik menggunakan bahasa Islandia).
Selama hiatus, cukup membuat banyak perubahan pada band idola saya ini.
Dimana Valtari terdengar sangat kental akan pengaruh besar Riceboy Sleeps, personal projek dari Jónsi & Alex.
Not bad, album ini masih enjoyable. Dengan suara Jónsi yang melengking, dawai senar, dentingan piano yang menenggelamkan kita pada beberapa track. Sangat breathtaking hingga membuat pendengar breathless dan drowning.
Bravo!